Jumat, 30 November 2012

karena "KITA" hanya seandainya


Dan untuk kesekian kalinya aku mencoba menepi dari kisah rumit ini, menjauh darimu, jaga jarak, atau bahkan menghilang dri hidupmu. Ingin rasanya aku tdak bertemu lagi denganmu, dan melupakn semua yg pernah “kita” lalui, smua yg pernah “kita” lakukan.
Jujur aku benci dengan keadaan yang mengharuskan “kita” untuk selalu bertemu, karena melihatmu sama dengan memaksaku memutar kembali gurat-gurat kisah yg pernah “kita lalui. “kita” yang itu, “kita” yang ini, “kita” yg slalu berbeda pendapat. Semuanya. Semua hal yg tdak seharusnya aku ingat-ingat lagi.
Bertemu denganmu memaksaku mengingat kembali semua hal yg harusnya sdah kulupkan sejak dlu. Melihatmu, mendengar suramu, menatap senyummu meski itu hanya sepintas namun ckup sukses membuatku merasakan bahagia dan perih dalam waktu yg sama.
Semua yg pernah “kita” laluii bersama….
Mungkin saja itu tdak berarti apa-apa bagimu, bahkan mungkin tidak sedikitpun kau mnengingatnya lagi. Tapi, berbeda denganku, aku masih ingat semua yg pernah “kita” lalui, aku ingat setiap detail yg pernah kau ucapkan padaku, setiap detail sikapmu saat “kita” pernah berada diruangan yg sama beberapa waktu yg lalu, dan semua tentangmu masih terekam sempurna dimemoriku. Semua itu masih berbekas dihatiku, seperti bekas luka yg tiba-tiba terasa begitu perih ketika harus bertemu denganmu lagi. Sebuah luka yg terjadi karena nyatanya kau bukanlah siapa-siapaku.
Aku mencintaimu….
Tapi sampai kapan aku harus menahan setiap perih yg terasa menyesakkan rongga dadaku ketika aku harus mengingat semua tentangmu lagi. Sikap cuek mu padaku terkadang membuatku beranggapan bahwa kau benar-benar sudah tdak ingat apa-apa lagi tentangku, tidak peduli lagi padaku
Tapi …..
Tau bahwa kau ternyata masih sering memperhatikanku, masih sering mencari tau tentangku, masih tertarik dengan setiap gerak-gerikku justru seperti besi panas yg sukses menghujam tenggorokanku. Terkadang Sikapmu yg sama sekali tidak mampu kutebak membuatku benci dengan diriku sendiri, diriku yg tdak mampu lepas darimu.
Mungkin…
Karena aku tidak tau kenapa aku mencintaimu, membatku juga tdak tau bgaimana caranya berhenti mencintaimu, aku terkurung oleh sebuah rasa yg disebut cinta, aku tiba-tiba masuk dalam rasa itu dan tidak tau bgaimana caranya keluar, setidaknya seperti itulah aku sekarang.
Dan itu juga alasan kenapa hingga sekarang aku tdak mampu beranjak darimu. Sebuah alasan yg membuatku merasakan sedih dan bahagia secara bersamaan.
Kenyataan  bahwa aku tdak bisa melupakanmu, membuat usaha menepi darii kisah rumit ini hanya sia-sia. Aku yg tdak mampu melupakan kisah “kita”, meski kita yg kumaksud ternyata tdak lebih dari “aku” dan “kamu”,  tapi aku akn tetap bertahan, bertahan hingga aku tak mampu lagi.
walau “ kita” yg ku maksud tidak lebih dari sekedar SEANDAINYA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar