untuk kamu yg aku maksud..
entah kanapa aku merasa smua yg kau tulis mngenaii aku tidak sejalan dengan sikapmu padaku.
kau yg menyiratkan kesan bahwa aku tak berarti apa-apa bagimu entah knapa kurasa hanya bentuk ke naif'an yg sedang kau ajarkan padaku. ke naif'an yg juga akhirnya sukses kupraktekkan dengan baik.
disaat aku mencoba mencari jawaban atas teka-teki tentangmu yg belum mampu aku pecahkan, kudapati sbuah susunan klimat yg entah mengapa kurasaa itu ditujukan untukku. susunan klimat yg biasa sja sbenarnya, tapi cukup untuk mnbuatku merasa disentuh oleh sebilah pisau tajam yg tanpa sengaja menjamah kulitku tipiss. sakitt sekaliii...
semua yg kutulis dan kupertanyakan tentngmu sperti kau jawab dengan ke naif'an mski itu hanya sebatas tulisan dunia maya. aku tau itu sandiwara dengan sdiikit spekulasi dengan dia yg kau tau slalu kucemburui, spekulasi hati yg mungkin kau pelajari dariku.
tidak akan kupertanyakan alasanmu knapa sperti itu, krena aku tau jawabnnya akan persis sama dengan jawabanku. iya, sebuah alasan yg tdak pernah kulisankn, jawaban yg hanya hatiku dan hatimu yg mngerti.
terkadang, aku benci dengan aku yg seperti inii, aku yg entah knapa tdak bisa lepas drimu. aku yg seakan hanya diberi cinta untuk mncintaimu.
tdak jarang aku memaki diriku sendiri, berteriak pada hatiku "apa hebatnya sih kamu, apa istimewanya sih kamu" pertanyaan yg slalau dijawab nuraniku singkat tapi tak terelakkan, yah itu smua "krena aku mencintaimu" terlepas dri pertanyaan apa hebatnya kamu?apa istimewanya kamu? aku hanya bisaa terdiam atas pertanyaan yg sbenarnya aku tau betul jawabannya. hebatnya kamu yg sudah sukses menjadi oraang terIndah dipikiranku, istimewanya kamu hingga nyaris tdak pernah hilang dari ingatanku. bahkan saat terlelap pun kau msih hadir bersama senyummu yg mnbuatku serasa ingin mati sajaa.
dan sebuah rasa yg membuatmu bgitu bersahaja dihatiku, tdak jarang menjadi sebilah pisau tajam yg setiap waktu dengan mudah melukaiku. melukai hati yg slalu menantimu. melukai sekeping hati yg selalu berharap bahwa pasangannya adalh sekeping hati milikmu.
jika memang kamu punya perasaan yg lebih dri sekedar rasa biasa sja, jika memang kepingan hati milikmu itu pernah ingin kau beri untukku knapa sekarang kau begitu kuat untuk menampik smua itu, sudah tdak ada lagikah sisa cinta yg kemarin kau bawakn untukku. benarkah cinta yg pernah hadir dicelah hatimu kemarin benar-benar tdak berbekas lagi.
aku tdak akan memaksamu untuk menjawab "ia" atau "tidak" biarkn aku sja yg menebaknya sendiri meski itu menyakitiku, jgan khawatir krena walau sbenarnya aku tak mau tapi aku sanggup, aku sanggup menahan perih inii meski terasa seperti besi panas yg menghujam tenggorokanku. dan jgan pernah merasa bersalah atas smua ini, ini mauku dan biarkn ini mnjadi caraku mencintaimu, sakiti saja aku semampumu krena aku tdk akan pernah merasa keberatan untuk tetap mencintaimu.
biarkan "sekeping hati milikmu" dan "cinta kemarin" yg mungkin sekarang "sekeping hati" itu telah mnjadi milik orng lain dan "cinta kemarin" itu tidak bersisa lagi menjadi bagian terindah dalam "sekeping hatiku" yg tak akan pernah mjadi mlik orng lain dan "cinta kemarin" yg msih kubiarkn menunggu untukmu.
"cinta kemarin" milikku yg msih sama dengan cinta sekarang, dan cinta yg akan dtang, yg akan selalu setia untukmu, untukmu yg entah kusebut apa tapi sangat kucintai. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar