Masih tentang kamu. Kamu yg
entah sampai kapan betah berlari-lari dipikiranku. Aku selalu berharap bisa
menulis hal lain disini. Seperti cerita tentang orang lain selain dirimu
misalnya. Tapi itu belum pernah terjadi, masih selalu tentang kamu.
Entah kenapa, aku hanya bisa
menekan keybord saat ingin bercerita tentangmu, redaksi kalimat itu entah
kenapa begitu mudah lolos dari pikiranku jika itu tentang kamu.
Mungkin, selain memasak,
melupakanmu adalah hal yg masih berusaha untuk kupelajari dengan baik. Setiap
detail kecil apa yg pernah kita lewati terekam rapi di memoriku, selalu
melintas ketika hanya sepi yg menemaniku.
Lalu, kenapa sekarang kamu
tidak bisa sehangat dulu lagi?. Perasaanmu mungkin sudah banyak berubah. Tapi
apa secepat itu? tak sedikitpun yg berjejak? Tdak adakah sedikit saja jejak yg
bisa kita coba tapaki lagi seperti dulu?. Apakah jejak itu sudah hilang
berganti jejak orang lain? Mungkin.
Kamu seperti sedang beradu
ketegaran denganku. Mungkin, kita pernah sama-sama gagal. Sama-sama Gagal untuk
saling melupakan. Bedanya, kamu masih berusaha untuk mencoba lagi, sedangkan
aku tunduk dengan kegagalan itu dan seakan lupa untuk mencoba melupakanmu lagi.
Mungkin, kita punya rindu yg
sama. Bedanya kamu “pernah” merasakannya sedangkan aku “masih” merasakannya.
Selain mata kuliah statistic,
mungkin hal lain yg belum bisa kupahami adalah sikapmu. Aku tidak tau, apa
sebenarnya yg sedang berusaha kau jaga dengan hatimu, aku tidak berani menebak
itu terlalu jauh. Karena salah tebak adalah salah sau hal paling tidak
mengenakkan apalagi jika itu soal hati.
Meski, aku yakin. Aku yakin
kamu “pernah” punya perasaan yg sama denganku, tapi yang tdak berani kuyakini,
apakah sekarang kamu “masih” punya perasaan itu. takutnya selebihnya hanya aku
yg terlalu pede.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar