hai kita ketemu lagi. sebelumnya terimakasih yah sudah berkunjung. kali ini tidak jauh-jauh dari sebelumnya kita akan membahas tentang "cinta" yah, tema blog ini kan memang tentang 5 huruf berbagai macam kisah itu. sedih, bahagia, galau atau bahasa inteleknya "kontroversi hati" ini bisa di sebabkan oleh cinta.
katanya cinta itu penuh warna, katanya juga cinta itu tidak hanya hitam atau putih, tapi juga abu-abu. tapi klo menurut saya cinta itu cuma ada "hitam" dan "putih". cinta itu jelas, klo iya (putih) yah iya, klo tidak(hitam) yah tidak, cinta itu tidak ada yg ragu-ragu (abu-abu). cinta itu selalu jelas, yang tdak jelas itu sebenarnya cuma si orangnya (kamu) bukan cinta.
nah dengan cinta yang jelas itulah yang akhirnya membiaskan warna-warna yang ceria, makanya saat kita saling jauh cinta hidup jadi begitu berwarna. ini teori saya, setuju yh bagus, klo tdak yasudah.
menurut saya, "cinta itu penerimaan"
saat kita tidak tau alasan yang jelas kenapa kita cinta dengan seseorang, saat hati hanya bisa menjawab "entahlah, cinta aja sih" ketika sebuah pertanyaan " kok bisa suka sama dia" membisik, itulah cinta. krena cinta itu memang tak beralasan, kyak lagunya element "cinta tak bersyarat". memang sih, smua hal itu harus ada alasannya untuk dijadikan sebagai jawaban, tpi bukankah "tidak tau" juga merupakan sebuah jawaban?
kalau kamu suka sama Dia hanya karena Dia gagah, hanya karena punya pekerjaan yg hebat hanya karena Dia menarik. jadi ketika dia dak gagah lagi krena usia, ketika dia kehilangan pekerjaan hebatnya, ketika ada yg lebih menarik jadi kamu akan berpaling dan tidak cinta lagi? jadi itu alasannya "selingkuh" jadi semudah itu?. yah.
karena itulah saya mengatakan cinta itu penerimaan, kamu bisa menerima dia apa adanya, kamu bisa menjadika tipe atau kriteria pasanganmu sebagai pengecualian buat dia.
sebenarnya menurutku, orang-orang yg punya tipe atau kriteria pasangan itu adalah orang-orang insecure. dia hanya terpaku pada sosok yg sudah dia ciptakan dipikirannya, dan akhirnya mengabaikan seseorang yg tdak sesuai tipenya pdahal bisa jadi itulah jodoh yg sbenarnya diciptakan Allah, itulah knapa kita seringkali menjalin hubungan dengan orng yg tdak tepat. kerjaannya gelisah aja nungguin orang yang sesuai dengan kriterianya, kadang klo kelamaan gak dapat pasangan sperti itu, kriterianya diubah lagi. tdak punya pendirian yang mantap. (menurut saya).
jadi kalau kita membiarkan perasaan itu jatuh kpada siapa saja, bgaimanapun wujudnya, sperti apapun karakternya tanpa target, yah smuanya akan jauh lebih mudah dan santai.
contoh bahwa cinta itu adalah sebuah penerimaan sperti ini. seseorang yang awalnya suka dengan laki-laki yang tinggi, berkulit eksotik, wajah tirus dengan rahang tercetak jelas, tpi stelah ketemu, berkenalan, akrab dengan seorang laki-laki yg kulitnya bisa dibilang lebih putih darinya, tdak terbilang tinggi dan juga tdak berwajah tirus. tapi, dia bisa jatuh cinta dan menjadikan kriterianya tdi sebagai pengecualian buat si laki-laki itu.
bukankah kata orang jika kita mencintai seseorang tanpa alasan, membuat kita akhirnya juga tdak punya alasan untuk meninggalkannya. karena bukankah cinta itu memang sampai mati :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar