Kehilangan
adalah ketika kita merasa sudah tidak memiliki apa yang dulu pernah kita
miliki. Mungkin secara sederhana bisa dikatakan seperti itu.
Atau
kehilangan bisa juga dikatakan saat kita merasa ada ruang yg kosong dalam diri
yg mungkin dulu pernah di huni seseorang. Ada perbedaan perasaan antara yang
dulu dan sekarang. Dulu yang mungkin kita bgitu menyukai seseorang kemudian
kini sudah tidak lagi, itu juga disebut kehilangan. Lebih tepatnya kehilangan
“rasa”.
Apa
kau pernah merasakan hal seperti inii?
menyadari
seseorang yang dulu begitu akrab denganmu sekarang berubah menjadi cuek dan
seakan tak pernah berbagi tawa bersama. Itu juga kehilangan, dan itu bentuk
kehilangan yang cukup menyesakkan. Apalagi jika Dia sangat menyenangkan.
Jika
kamu tidak ingin berpikir bahwa ia memang menjauhimu, cara berpikirmu akan
memvonis bahwa “bisa jadi Dia tidak melihatku” namun saat hatimu jelas
menyadari bahwa itu bukan perkara Dia tidak melihatmu, tapi memang sengaja untuk
tidak melihatmu, sesak itu datang tiba-tiba, menjalar, merasuki hati, pikiran
dan membuatmu berpikir “ah, mungkin Dia sudah mendengar fitnah buruk tentangku”
dan mungkin-mungkin yang lainnya, mungkin yang hanya membuat kita mencurigai
orang lain.
Tidak
ada kehilangan yang tidak menyakitkan, apalagi jika itu kehilangan perhatian.
Tidak ada lagi sapaan nya saat bertemu, sekedar “say Heii” atau meledekmu
tentang hal yg bgitu kau sukai seperti yg sering dilakukannya dulu. Atau bahkan
bullying candaan yg dulu justru membuatmu bgitu dekat dengannya.
Saat harus
menyadari bahwa jgankan untuk melakukan itu lagi, melirikmu pun skrang Dia tdak
punya inisiatif lagi. Itu adalah sebuah kehilangan hati, kehilangan yg tdak
bisa tergantikan.
Lebih
menyesakkan lagi saat kamu tidak mengerti kenapa Dia bisa berubah seperti itu,
kenapa Dia tidak seperti dulu lagi, bagian mana yang salah?, apa yang salah?,
atau siapa yang salah? Seakan mengantri untuk di jawab. Jawaban yang tidak
mampu kau minta darinya. Karena Dia tidak seperti dulu lagi.
Tidak
ada lagi waktunya untuk sekedar menggodamu, dengan seakan ingin menyrempetmu
dengan kendaraanya, menjulurkan lidahnya kearahmu, menimpuk manjamu oleh
gulungan kertas, atau sekedar mengerjaimu, entah karena Dia kini terlalu sibuk,
atau berpura-pura sibuk.
sebuah
bentuk ke akraban yang dulu tidak terlalu kau perhatikan, bentuk perhatian yg
dulu hanya kau sepelekan, yang ternyata kini menjadi moment yang bgitu kau
rindukan. Moment yang kau inginkan untuk terjadi lagi.
Sesuatu
yang dulu biasa saja, nyatanya kini bgitu berarti saat ia tdak ada lagi. Dan
ketika kau bertanya. “apakah setiap yang hilang harus selalu dicari?” sudut
kosong di hatimu dengan cepaat menjawab “iyya”. Karena sebuah keakraban yang
hilang tidak pernah bisa diganti oleh keakraban yang lain. Keakraban yang hanya Dia yang tau cara
membuatmu nyaman dan menyukainya.
Keakraban
yang bahkan tidak bisa di tukar dengan seseorang yang lebih istimewa darinya.
Keakraban yang punya sensasinya sendiri. Sebut saja kau merindukannya.
Lalu
apa yang akan kamu lakukan? Pasrah dengan keadaan? Diam dan menebak-nebak
kenapa Dia seperti itu? atau mencari kehilangan itu dan memilikinya seperti
sediakala? Tergantung pilihanmu.
Pilihanku.
Diam dan menebak-nebak kenapa Dia seperti itu. karena aku tidak cukup berani
untuk memulai dan mencarinya. Dan karena
Kamu bukan aku, jadi, jgan lakukan hal yang sama denganku. (y)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar