Love story
Ini tentang cinta, cerita yang entah dimana ia ingin bermuara.
Satu bait lagu yg memulai cerita ini “kaulah anugrah trindah yg pernah kumiliki”. Sempat memilikimu adalah salah satu hal terbaik dalam hidupku, yg harus kamu tau, kamulah yg mendominasi hmpir 70% arti dri hembusan nafasku. Beberapa waktu menghabiskn waktu mnjadi wanita keDua dihatimu stelah Ibumu membuatku merasa bgitu berharga. Namun, seiring berjalannya waktu, suatu hal membuat kita hrus berpisah, bukan krna rasa itu telah pupus, tpi karena kita memang tak semestinya bersama.
Bukan cinta yg salah, bukan juga kamu, aku, atau takdir, tpi waktu, ini smua masalah waktuu. Kamu yg sedang jauh disana bukan juga alibi yg tepat untuk mnbuat hubungan ini berakhir, tpi kesadaran bahwa hdup ini bukn hanya kita, cinta tak hanya menyatukan 2 hati yg berbeda, tpi juga 2 kluarga besar yg berbeda. Meski disini kita punya cerita yg tak sama, kluargamu dan kluargaku adalah sama, iah kamu adalh cucu dri nenekku, kamu adalh sepupuku, dan itu yg mnbuat cinta diam-diam kita ini hrus berakhir.
Aku, yakin tdak akn ada msalah besar diantara kita krna aku mencintaimu, tpi terkadang keyakinan itu tak sejalan dengan yg semestinya, aku takut jika nanti kita bermasalah krna aku trlalu mncintaimu dan mnbuat 2 kluarga besar kita ikut terpisah, akan sangat lebih menyakitkan.
Aku mencintaimu,bukan brarti aku harus memilikimu, meski klimat ini sulit untuk direalisasikan tpi aku berusaha melakukannya krna aku tak mau kehilanganmu dan kehilangan kluargamu krena cinta yg trlalu besar padamu.
Awalnya , aku merasa berada dalam labirin yg bgitu gelap, tak ada cahaya dri hatimu yg sperti biasanya setia menerangi stiap senyumku. Aku sakit, rasa sakit yg kubiarkan menjaalar mnguasai nyaris sluruh tubuhku, aku kehilangan mu. Yah, stidaknya itu yg dirasakn hatiku sekarang.
Dan ditengah keterpurukan selepas kau kubiarkan pergi dri kolong hatiku, aku bersandar pada sebuah sandaran yg bgitu kokoh, dan tanpa kusadari sandaran itu adalah dia, dia yg akhirnya perlahan-lahan mngisi ruang hampa yg kau tinggal. Tanpa sengaja aku bersandar pada pintu hatinya, dengan baik dia membiarkanku msuk menyapa setiap sudut kosong dalam hatinya yg kuanggap sengaja dia buka untukku, awalnya aku tak bermaksud mengisi sudut kosong itu, tpi rasa sepi semenjak kau tdak ada membuatku bertahan dalam istana hatinya.
Beranjak dari hatimu menuju hatinya, iah itulah inginku saat ini, lama mendekam dihatinya, aku berharap akulah ratu satu-satunya dihati itu, akulah pemiliknya. Namun, ketidkpastian membuatku sadar, lorong-lorong menuju nuraninya semakin kecil, semakin lama semakin gelap, tdak ada pelita disana, tdak ada cahaya seperti yg selama ini memfasilitasiku saat aku masih mnjdi ratu dihatimu. Aku sadar mungkin aku hanya diberi tempat berteduh sesaat dihatinya selama badai ksedihan tanpamu menerpaku berlalu. Berkali-kali kucoba kluar dri hatinya, tetapi saat aku sudah diambang jalan dia kembali menarik tanganku, dan menuntunku kmbali padanya, dia tdak pernah bilang bahwa dia tak ingin khilanganku krna mencintaiku seperti yg rajin kudengar dri hatimu.
Memang aku pernah berharap jadi ratu dihatinya, tpi yg hrus kamu tau raja dihatiku tetap kamu, pesonanya tak mampu melengserkan posisimu sebagai pnguasa hatiku. Iah, aku msih mencintaimu, berharap bahwa kau bukanlah kebanggan dri seorang ibu yg biasa kupanggil tante adalah sebuah kemustahilan, yg kuharap sekarang hanyalah kenyataan bahwa kamu adalah seseorang yg dijanjikan Tuhan untuk menjagaku seumur hdup itu msih tersimpan baik disudut hatiku. Mungkin yg bisa kulakukan saat ini, hanya menjaga hatiku dan tak membiarkan seorang pun dengan mudah mengetuknya kapan sja dia mau, dan aku akn brusaha lebih kuat dan tak mudah bersandar pada sembarang hati, agar tak trjebak untuk kesekian kalinya.
Yah, hanya itu yg bisa kulakukan sembari menunggu pengganti yg tepat yg entah dimana Tuhan mendidiknya sekarang agar nanti bisa menjagaku dengan baik, aku tak berharap banyak klo itu kamu, tpi siapapun itu aku ingin dia sepertimu. Sepertimu yg setiap mlam kuceritakan pada Tuhan saat aku ingin terlelap
Tidak ada komentar:
Posting Komentar