Layaknya ranting pohon yang rapuh
itulah aku saat kau memilih pergi
Mungkin hatimu baik-baik saja
tapi aku, aku seakan lupa bagaimana cara tersenyum
aku bagaikan beringin tua yg diterpa badai
terlihat kuat, tapi akhirnya jatuh juga
Jatuh karena bongkahan perih yg kau simpan
Derai hujan pun seakan mengerti perih ini
kamu yang dulu adalah pelita
seakan redup tak terurus
pelita itu sudah lapuk termakan waktu
Dan seperti itulah sekarang hati ini
bagaikan gudang bawah tanah tak berpenghuni
usang, gelap dan tergembok rapat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar