" Seperti embun yang tdak butuh warna
untuk membuat Daun jatuh cinta "
Dan Dia, Laki-laki itu
Dia memiliki sifat seperti Daun itu
Tapi celakanya...
Embun yang dipilihnya bukan aku
Meski aku selalu mengernyitkan dahi
tanda tak suka kala Embun itu menempel
dan nyaris setiap hari padanya
tapi itulah yang harus aku terima
Dialah Embun tanpa warna itu
Dan bila hujan datang, aku berharap
Embun itu jatuh meluruh bersama desiran hujan
yang seolah-olah mengerti bahasa hatiku
Namun itu hanya harapan tak bertuan
Jangankan desiran hujan
derasnya hujan diluar sanapun tak mampu melakukan itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar