Senin, 06 Februari 2012

another cikeas story

Another Cikeas Story
Aku sangat menyukai udara sore seperti ini, daun-daun msih basah karena hujan tadi pagi, dedaunan melambai-lambai tertiup sang angin yg bgitu sejuk. Kupu-kupu seolah ikut menari-nari menikmati panorama kota hujan disore hari.
Tepat didepan terbentang sebuah danau kecil penuh kenangan, kenangan bersama sahabat-sahabat kecilku Gilang, Rasta, Gabb, Junot, Meii, dan Ginaa . Mereka adalah adalah motif terindah dlam hdupku. Di danau kecil cikeas Bogor ini aku mnyimpan banyak cerita.
Sejenak aku berpaling kearah sebuah phon pinus yg tumbuh sempurna dengan batu besar bersandar tepat padanya. Pemandangan yang sama dengan 10 tahun yang lalu. Batu besar yg dlu hampir setiap pagi dan sore menjadi tempat duduk dan pinus yg setia mnjadi sandaranku. Setiap sore sepulang skolah aku selalu brkunjung ktempat ini, lengkap dengan sepasang kertas bergaris dan pena.
Ditempat ini aku banyak menyusun huruf demi huruf  mnjadi sebuh kalimat bermakna yg banyak kutujukan untuk mereka sahabatku. Setelah beberapa waktu aku kembali ketempat ini, tidak banyak yg berubah, bahkan bunga kamboja yg entah bgaimana ia bertahan msih ada disudut jalann ituu.
Tempat ini sangat indah, seindah kenangan bersama mreka. Dan yg pasti tempat ini msih mnjadi saksi saat seorang gadis kecil nyaris tenggelam diDanau demi menyelamatkn sebuah cincin persahabatan yg terbuat dari rumput. Dan gadis konyol itu adalah SAYA.
Masih segar diingatanku, saat Junot shabatku yg mnyelamatknku dengan cara yg sdikit ekstrim mnurutku., bgaimana tidaak, entah krna dia terlalu panik, saat melihatku terperosot secara spontan dia mnarik rambutku, yg kmudian dibantu oleh Gilang yg menarik lenganku. (jujur saat itu rambutku sakit Nott,tpii mkasih  ). Itu hanya sepenggal cerita yg pernah hadir ditempat ini.
Ada aku dan Meii yg pernah berebut permen coklat payung dari Gilang, entah itu lucu mnurut mreka atau apa, yg kutau mreka hanya tertawa melihat tingkahku dengan Meii. Saat itu Rasta bilang “kami tidak akan melerai kalian, berkelahi lah sampai klian sadar kalau persahabatn itu jauh lebih berharga dari permen coklat payung dan berkelahi itu tdak enak” !! (dia memang bisa sdikit lebih bijak, krena memang dialah yg pling berumur, tepatnya beda 4 tahun dariku.)
Mungkin dlu aku mengalah, dan mrelakan permen coklat payung itu untukmu Meii, namun skrang akulah pemenangnya, tidak hanya sekedar permen coklat payung, bahkan aku sekarang pemilik hati Pria yg pernah mnbuat kita brkelahi karna permen coklatnya. Tpi aku akui, kamu lebih hebat Meii, bahkan kamu sekarang sudah mnjadi nyonya Anggara, istri dari salah satu shabat kecil kita Rasta Dwi Anggara  (oy, slamt mnempuh hdup baru yh biang kerok :D ).
7 bulan ternyata bukanlah waktu yg singkat untuk kita mengukir kisah demi kasih ber7. 7 bulan bersama kalian adalah adegan hdup terbaik yg pernah saya lakonkan. Menurutku perpisahan waktu itu akn ikut mnghapus smua cerita tentang kita. Tpi ternyata aku salah kalian adalah sahabat terbaikku.
Entah kenapa sore tdi aku sangat menyayangi kalian, kalian adalah orang pertama yg kuberitahu tntang keadaanku, dan klian juga yg mnberiku alasan knapa aku harus menang melawan titipan Tuhan inii. Alasannya krna aku punya kalian. Sore tadi ditempat inii, sebuah danau kecil di Cikeas kita kmbali bersama, seakan mngulang kisah kita 10 tahun yg lalu, kmbali mrekam kenangan-kenangan indah bersama.
Tempat ini dan kalian tdak banyak yg berubah,.!msih seperti dlu, seperti dlu yg slalu ada untuk menemaniku.
Terimakasih sudah tertawa bersama-sama 
Klian adalah motif terindah dalam hdupku.

       
                            Cikeas, Bogor 5 Februari 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar