SECARIK
ORIGAMI
Sore itu panorama
kota berjuluk “Paris van java” ini terlihat begitu indah, Bandung disore hari
terasa begitu sejuk dihati Naylaa, gadis manis berambut panjang yg Nampak sedang
duduk dibawah phon pinus besar ditepi Danau kecil ditemani secarik origami yg
sedang dibuatnya.Danau kecil yg tdak jauh dri rumahnyaitu sudah lama mnjadi
tempatnya berbagi cerita dengan
Origaminya seraya menikmatii udara kota kembang disore hari.
Ditengah seriusnya
Ia membuat mainan dri kertas itu tdak sadar seseorang dtang mndekat kearahnya.
Shilaa shbatnya, Gadis tomboy dengan celana jeans hitam dan kaos oblongnya.
“haii Naiii “ sapa Silaa seraya menepuk
pelan pundak sahabatnya yg sore itu tampak manis dengan dress selutut berwarn
biru, serasi sekali dengan warna kulitnya.
“heii, tau dri mana aku dsinii?”
tanyanya disertai senyum simpul
“ tdi aku dri rumah kamu, trus Mama
kamu bilang kamu ada dsinii, ngapain kamu dsini?” tanyanya kemudian mngrahkn
pandangan pada secarik kertas berwarna ditangan Nailaa
“lagi bkin Origamii” jwabnya
singkatt
‘knapa sih Naii,kok kamu suka banget
bikin Origami, itukn mainan anak kecil, qtaa Mahasiswa smester 5 loh, Fakultas Hukum
pula, bukan clon guru TK”
Nailaa tersenyumm
sejenakk, memorinya sperti kmbali memutar sbuah ceritaa tntang masa lalu yg
brusaha diingatnya.
“Origami inii kenangan aku sama
Papa, dlu pas kecill Papa slalu bikinin aku Bunga,Boneka, Atau pesawat
Origamii, tpi smenjak Papa gak ada, hanya aku yg bisa bkin Origami ini.”
Urainya dengan nada rendah
“aku baru tau, seBerarti itu Origami
inii” ungkap Silaa pelan
“iah, ini satu-satunya kenangan
terindah yg dititip Papa,andai sja Papa pergi sdikit lebih lama lagi, mungkin
sja msih banyak crita yg akn kami lalui,tdak hanya secarik Origami ini”
kenangnya lagii.
Ayah Nailaa seorang
pegacara, dia meninggal saat Naila berusia 5 Tahun,ayahnya dibunuh oleh lawan
cliennya stelah memenangkn kasus pidana.
“Papa kamu meninggal krena
kebaikannya jdi jgan sedih Naii” ucap Sila mncoba mnghibur sahabat yg
ditemuinya saat sama-sama mnjadi Mahasiswa baru di Universitas 2 tahun yg lalu.
“hmmm.iahh, Papa pernah bilang
hduplah sperti Origami, penuh warna, namun tetap sederhana, tetap disukai
banyak orang meski ia hanya terbuat dri secarik kertas” urainya seraya menghela
nafas.
“krena Papa kamu juga,kmu suka
ketempat inii” selidik Silaa
“iah, dulu Papa sering mengajakku
ksini, mnbuat Origami dsini sambil mengamati burung-burung dan kupu-kupu yg
sesekali berlalu lalang, indah skalii, tempat ini dengan beberapa thun silam
tdak banyak berubah hanya saja skrang sdah tdak ada Papa lagi” urainya lagi,
kalii inii Nailaa mulai tampak berkaca-kaca.
“jdi kamu kesini, buat mngenang Papa
kamu?” tanyanya lagii
“iah, stiap kangen sama Papa, aku
slalu ksini, aku juga suka crita banyak keDia, Papa pernah janji akn slalu ada
untuk jagain aku, jdi aku yakin Dia slalu ada disini, aku banyak crita keDia,
tentang janjiku yg akn mneruskn cita-citanya, termasuk tentang laki-laki yg
stiap hri kuceritakn padanya” ungkapnya mulaii berceritaa
“kak Hertaa?” tanya Sila dengan nada
pelan
Naila terdiam, ia
seakan mengumpulkan energi untuk menjawab pertanyaan shbatnya itu, matanya
menerawang jauh kemudian menghela nafas panjang.
“Iaa” jawabnya singkat sembari
tersenyum kecill
“MoveOn lah Naii, dia bukan jodoh
kamu”
“iah, tdi sbelum kamu dtang aku sdah
crita smuanya ke Papa, dsinii. Smuanya, termasuk endingnya, dlu aku bilang sama
Papa, klo aku mnemukan orang spertinya, pekerja keras, mandiri, dan sangat
menghargai prempuan, pkirku saat itu, Papa akn sangat senang klo aku bisa
bersamanya, tpi tdi aku bilang sama Papa klo kami mungkin bukan jodoh”
ungkapnya msih menatap lurus kesebuahdanau kecil didepannya.
“Naii, kamu itu bukan cinta sama kak
Herta, hanya kagum krena dia sperti Papa kamu”
“awalnya memang hanya kagumm,tpii
stelah itu aku bener-bener cinta sama dia” ungkapnya pelan
“Naii, kak Herta itu skrang pacar
orang, ayolah Naii cwok diDunia ini bukan Cuma kak Herta doang, banyak kalii ” ungkap
Sila dengan nada sdikit kesal
“iahh,, aku tau. Tpi,terkadang aku suka
brpikir ingin menitip cinta pada Burung Origami yg sering kubuat sndiri untuk
terbang mnuju hatinya.tpi itu smua hanya khayalan ” Jwabnya seraya menghela
nafas dengan senyum kecill
“Naii, terkadang orang yg qta anggap
terbaik buat kita itu belum tentu yg terbaik mnurut Tuhan, kan ada pepatah yg
bilang, biasanya Tuhan mempertemukan kita dlu dengan cinta yg belum tepat,
sbelum kita brtemu dengan cinta yg tepatt, agar kita blajar bgaimana rasanya
kehilangan, yh.bisa jdii kak Herta itu cinta yg belum tepat buat kamu” urainya
sedikit menasehatii Naiila.
“tetapp mengharapkannya, itu hanya
akan menyakitimu. Naii, berharap pda seseorang yg tdak mengharapkn kita itu
hanya berujung perih, coba deh ingatt kapan terakhir kamu trsakiti oleh kak
Herta” lanjutt Shilaa panjang lebarr
“nyaris stiap hari, meski aku tau,
sbenarnya kak Herta sama skalii tdak pernah berniatt mnyakiti perasaan
siapapun, dia sangattt mnghargai prempuan. Buktinya dia tetap baik padaku dan
tdak menjauhiku saat tau klo aku mnyukainya, dia tetap brsikap manis dan tdak
sdiikitpun terliat ingin mnghindariku jika brtemu, saat kusapa dia slalu
mnjawab dengan ramah, itu smua dilakukannya meski saat itu dia sedang PDKT
dengan pcrnya skrang, dia tdak pernah brpkir klo kedekatannya denganku
mnbuatnya susah mndapatkn prempuan itu, hanya sja aku yg slalu merasa
tersakiti” jawab Nailaa membelaa
“seperti itukh diaaa?” tanyaa
Shilaaa singkatt
“Dia selalu menjaga perasaanku,
sbenarnya dia tdak pernah memberiku harapan untuk disukainya, tpii memang hanya
aku sja yg slalu brharap. Stiap mlihatnya dengan prempuan lain aku slalu bilang
bgini ‘Andaii saja air mata inii adalah hujan, bisa jdii hati ini telah
tenggelam, tpi sedahsyat apapun badai Air mata inii tdak akan mampu melunturkn
cintaku, jdi lukai sja aku semampumu’! hmm, hanya itu yg mampu kukatakan” sambungnya
lagii dengan nada pelan seraya menundukkan kepalaa.
“itu artinya kamu tersakiti krena
mncintainyaa, jdiii berhentilahh mnyukainya!”
“iah,tapii meskii bgituu aku tdak
pernah mnyesal telah mnyukainya, klo aku trsakiti itu sama skali bukan
salahnya, bukan juga salah cinta, perasaan, atau salah keadaan yg telah
mnpertemukan kami, hanya sjaa aku yg terlalu lancang menitip hati padanya”
ungkapnya pelan, matanya mnjurus tepatt pada seekor burung merpatii yg sedang
bertengger pada ranting pohon pinggir danau itu.
“Naii, seharusnya dri awall kamu
sdah tau klo jatuh cinta pada kak Herta itu hanya membuat kamu brharapp kosong”
kata Shilaa lagii
“awalnya aku pkir kami bisa saling
mencintaii sperti janji Origamii yg pernah diceritakan Papa, sepertii Origami
yg sederhana, penuh warna, dan kita bisa mnbentuknya sesuka hatii, mendesainnya
brsama-sama, kemudian tersenyum krena keindahannya. Tpi ternyata aku salah, aku
brmimpi terlalu tinggi” ucapp Naila penuh artii
“tpii kamu tdak pernah brpkir andaii
sja cinta itu brakhir dengan ilusii,cinta itu hanya akn mnberimu mimpi yg tdak
akn pernah terwujud, cinta itu hanya akn mnyakitimu,ia kann?, seharusnya saat kamu
mngahrapkn sesuatu yg indah, kamu juga hrus memikirkn kemungkinan terburuknya
Naii” sambungg Shilaa lagii
“iahh, kalii inii aku salahh”
“jadi, ambil kmbali hatimu padanya,
dan MoveOn” perintah Shilaa
“iahh, aku yg memulai cerita inii,
krena itu aku sndiri yg hrus mngakhirinya, sperti yg kukatakan tdii, semua
crita yg telah kumulai ditempat ini pada Papa, sdah kuAkhri tdii, endingnyaa janjii
Origamii yg pernah dcritakan Papa salah alamatt, janji Origami itu bukan untuk
cintaku dengan kak Herta, tpii untuk cintaku brsama Laki-laki lain yg sekrang
msih dirahsiakn Tuhan, jodohku yg msih diDidik Oleh Tuhan untuk menjaga hamba
terbaiknya inii. J
“
“hmm,,bguslahhhh kloo kamuu udah
sadarr” ucapp Shila seraya tersenyum legaaa.
“Ialah,
dan smoga hatii aku gak kayak hatii kamuu” ungkapp Nailaa seraya melirik ngeledek kesahabtnya ituu
“ maksud kamuu?memang hatii aku
knapaa?” jwabb Shilaa herann
“iah, aku heran sama kamu, itu hatii
atau terminall banyakk bangett yg mampirr. Hhaaa” godanyaa seraya tertwa puas
padaa Shilaa
“yeee, justru krena banyak yg
mampirr qta hrus selektif memilih satu yg akan diantar Mobil Origami mnju
hatiii qtaaa” :D
“iah, bener kata kamu mungkin kak
Herta memang adlh cinta yg belum tepat buat akuu” katanya seraya terseyum.
“cinta itu memang buta Naii, tpi
jodohh itu punya jalannn dan krena itu suatu saat nantii Dia yg akan dtang
mnghampiri kamu” J
Nailaa beranjak
darii duduknya, dilangkah kakinya mendekat ketepii danau yg dri tdi mnjadi alam
pendengar pembicaraan mreka, diLabuhkannya sebuah perahu Origamii keDanau
trsebutt. Ditatapnya dalam-dalam, sejenak ia memejamkn mata, menghelaa nafas
panjangg, dan tersenyum lepas seraya berbalik kearah Shila yg msih betah duduk
ditempat tdii.
“Shil, smua kenangann tentangg kak
Hertaa sdahh pergii brsamaa perahu Origamii tdi, entahlah kenangan itu akn
brlabuh dmanaa” J
Shilaa hanya
memblas klimatt shabtnnya itu dengan senyumm,harii sudah mulaii gelapp, tepatt
diatas sanaa, digunung yg mnjadi pmbtas pndangan mreka, Nampak kabutt sore kota
kembang telah mnyapaa. Mreka pun beranjakk drii tempatt itu, kembali kerumah
dan memulaii crita baru, krena mreka tau bahwa hari essok
msih menantii senyumm mrekaa. J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar