Kamis, 16 Agustus 2012

secarik Origamii


SECARIK ORIGAMI
Sore itu panorama kota berjuluk “Paris van java” ini terlihat begitu indah, Bandung disore hari terasa begitu sejuk dihati Naylaa, gadis manis berambut panjang yg Nampak sedang duduk dibawah phon pinus besar ditepi Danau kecil ditemani secarik origami yg sedang dibuatnya.Danau kecil yg tdak jauh dri rumahnyaitu sudah lama mnjadi tempatnya  berbagi cerita dengan Origaminya seraya menikmatii udara kota kembang disore hari.
Ditengah seriusnya Ia membuat mainan dri kertas itu tdak sadar seseorang dtang mndekat kearahnya. Shilaa shbatnya, Gadis tomboy dengan celana jeans hitam dan kaos oblongnya.
            “haii Naiii “ sapa Silaa seraya menepuk pelan pundak sahabatnya yg sore itu tampak manis dengan dress selutut berwarn biru, serasi sekali dengan warna kulitnya.
            “heii, tau dri mana aku dsinii?” tanyanya disertai senyum simpul
            “ tdi aku dri rumah kamu, trus Mama kamu bilang kamu ada dsinii, ngapain kamu dsini?” tanyanya kemudian mngrahkn pandangan pada secarik kertas berwarna ditangan Nailaa
            “lagi bkin Origamii” jwabnya singkatt
            ‘knapa sih Naii,kok kamu suka banget bikin Origami, itukn mainan anak kecil, qtaa Mahasiswa smester 5 loh, Fakultas Hukum pula, bukan clon guru TK”
Nailaa tersenyumm sejenakk, memorinya sperti kmbali memutar sbuah ceritaa tntang masa lalu yg brusaha diingatnya.
            “Origami inii kenangan aku sama Papa, dlu pas kecill Papa slalu bikinin aku Bunga,Boneka, Atau pesawat Origamii, tpi smenjak Papa gak ada, hanya aku yg bisa bkin Origami ini.” Urainya dengan nada rendah
            “aku baru tau, seBerarti itu Origami inii” ungkap Silaa pelan
            “iah, ini satu-satunya kenangan terindah yg dititip Papa,andai sja Papa pergi sdikit lebih lama lagi, mungkin sja msih banyak crita yg akn kami lalui,tdak hanya secarik Origami ini” kenangnya lagii.
Ayah Nailaa seorang pegacara, dia meninggal saat Naila berusia 5 Tahun,ayahnya dibunuh oleh lawan cliennya stelah memenangkn kasus pidana.
            “Papa kamu meninggal krena kebaikannya jdi jgan sedih Naii” ucap Sila mncoba mnghibur sahabat yg ditemuinya saat sama-sama mnjadi Mahasiswa baru di Universitas 2 tahun yg lalu.
            “hmmm.iahh, Papa pernah bilang hduplah sperti Origami, penuh warna, namun tetap sederhana, tetap disukai banyak orang meski ia hanya terbuat dri secarik kertas” urainya seraya menghela nafas.
            “krena Papa kamu juga,kmu suka ketempat inii” selidik Silaa
            “iah, dulu Papa sering mengajakku ksini, mnbuat Origami dsini sambil mengamati burung-burung dan kupu-kupu yg sesekali berlalu lalang, indah skalii, tempat ini dengan beberapa thun silam tdak banyak berubah hanya saja skrang sdah tdak ada Papa lagi” urainya lagi, kalii inii Nailaa mulai tampak berkaca-kaca.
            “jdi kamu kesini, buat mngenang Papa kamu?” tanyanya lagii
            “iah, stiap kangen sama Papa, aku slalu ksini, aku juga suka crita banyak keDia, Papa pernah janji akn slalu ada untuk jagain aku, jdi aku yakin Dia slalu ada disini, aku banyak crita keDia, tentang janjiku yg akn mneruskn cita-citanya, termasuk tentang laki-laki yg stiap hri kuceritakn padanya” ungkapnya mulaii berceritaa
            “kak Hertaa?” tanya Sila dengan nada pelan
Naila terdiam, ia seakan mengumpulkan energi untuk menjawab pertanyaan shbatnya itu, matanya menerawang jauh kemudian menghela nafas panjang.
            “Iaa” jawabnya singkat sembari tersenyum kecill
            “MoveOn lah Naii, dia bukan jodoh kamu”
            “iah, tdi sbelum kamu dtang aku sdah crita smuanya ke Papa, dsinii. Smuanya, termasuk endingnya, dlu aku bilang sama Papa, klo aku mnemukan orang spertinya, pekerja keras, mandiri, dan sangat menghargai prempuan, pkirku saat itu, Papa akn sangat senang klo aku bisa bersamanya, tpi tdi aku bilang sama Papa klo kami mungkin bukan jodoh” ungkapnya msih menatap lurus kesebuahdanau kecil didepannya.
            “Naii, kamu itu bukan cinta sama kak Herta, hanya kagum krena dia sperti Papa kamu”
            “awalnya memang hanya kagumm,tpii stelah itu aku bener-bener cinta sama dia” ungkapnya pelan
            “Naii, kak Herta itu skrang pacar orang, ayolah Naii cwok diDunia ini  bukan Cuma kak Herta doang, banyak kalii ” ungkap Sila dengan nada sdikit kesal
            “iahh,, aku tau. Tpi,terkadang aku suka brpikir ingin menitip cinta pada Burung Origami yg sering kubuat sndiri untuk terbang mnuju hatinya.tpi itu smua hanya khayalan ” Jwabnya seraya menghela nafas dengan senyum kecill
            “Naii, terkadang orang yg qta anggap terbaik buat kita itu belum tentu yg terbaik mnurut Tuhan, kan ada pepatah yg bilang, biasanya Tuhan mempertemukan kita dlu dengan cinta yg belum tepat, sbelum kita brtemu dengan cinta yg tepatt, agar kita blajar bgaimana rasanya kehilangan, yh.bisa jdii kak Herta itu cinta yg belum tepat buat kamu” urainya sedikit menasehatii Naiila.
            “tetapp mengharapkannya, itu hanya akan menyakitimu. Naii, berharap pda seseorang yg tdak mengharapkn kita itu hanya berujung perih, coba deh ingatt kapan terakhir kamu trsakiti oleh kak Herta” lanjutt Shilaa panjang lebarr
            “nyaris stiap hari, meski aku tau, sbenarnya kak Herta sama skalii tdak pernah berniatt mnyakiti perasaan siapapun, dia sangattt mnghargai prempuan. Buktinya dia tetap baik padaku dan tdak menjauhiku saat tau klo aku mnyukainya, dia tetap brsikap manis dan tdak sdiikitpun terliat ingin mnghindariku jika brtemu, saat kusapa dia slalu mnjawab dengan ramah, itu smua dilakukannya meski saat itu dia sedang PDKT dengan pcrnya skrang, dia tdak pernah brpkir klo kedekatannya denganku mnbuatnya susah mndapatkn prempuan itu, hanya sja aku yg slalu merasa tersakiti” jawab Nailaa membelaa
            “seperti itukh diaaa?” tanyaa Shilaaa singkatt
            “Dia selalu menjaga perasaanku, sbenarnya dia tdak pernah memberiku harapan untuk disukainya, tpii memang hanya aku sja yg slalu brharap. Stiap mlihatnya dengan prempuan lain aku slalu bilang bgini ‘Andaii saja air mata inii adalah hujan, bisa jdii hati ini telah tenggelam, tpi sedahsyat apapun badai Air mata inii tdak akan mampu melunturkn cintaku, jdi lukai sja aku semampumu’! hmm, hanya itu yg mampu kukatakan” sambungnya lagii dengan nada pelan seraya menundukkan kepalaa.
            “itu artinya kamu tersakiti krena mncintainyaa, jdiii berhentilahh mnyukainya!”
            “iah,tapii meskii bgituu aku tdak pernah mnyesal telah mnyukainya, klo aku trsakiti itu sama skali bukan salahnya, bukan juga salah cinta, perasaan, atau salah keadaan yg telah mnpertemukan kami, hanya sjaa aku yg terlalu lancang menitip hati padanya” ungkapnya pelan, matanya mnjurus tepatt pada seekor burung merpatii yg sedang bertengger pada ranting pohon pinggir danau itu.
            “Naii, seharusnya dri awall kamu sdah tau klo jatuh cinta pada kak Herta itu hanya membuat kamu brharapp kosong” kata Shilaa lagii
            “awalnya aku pkir kami bisa saling mencintaii sperti janji Origamii yg pernah diceritakan Papa, sepertii Origami yg sederhana, penuh warna, dan kita bisa mnbentuknya sesuka hatii, mendesainnya brsama-sama, kemudian tersenyum krena keindahannya. Tpi ternyata aku salah, aku brmimpi terlalu tinggi” ucapp Naila penuh artii
            “tpii kamu tdak pernah brpkir andaii sja cinta itu brakhir dengan ilusii,cinta itu hanya akn mnberimu mimpi yg tdak akn pernah terwujud, cinta itu hanya akn mnyakitimu,ia kann?, seharusnya saat kamu mngahrapkn sesuatu yg indah, kamu juga hrus memikirkn kemungkinan terburuknya Naii” sambungg Shilaa lagii
            “iahh, kalii inii aku salahh”
            “jadi, ambil kmbali hatimu padanya, dan MoveOn” perintah Shilaa
            “iahh, aku yg memulai cerita inii, krena itu aku sndiri yg hrus mngakhirinya, sperti yg kukatakan tdii, semua crita yg telah kumulai ditempat ini pada Papa, sdah kuAkhri tdii, endingnyaa janjii Origamii yg pernah dcritakan Papa salah alamatt, janji Origami itu bukan untuk cintaku dengan kak Herta, tpii untuk cintaku brsama Laki-laki lain yg sekrang msih dirahsiakn Tuhan, jodohku yg msih diDidik Oleh Tuhan untuk menjaga hamba terbaiknya inii. J
            “hmm,,bguslahhhh kloo kamuu udah sadarr” ucapp Shila seraya tersenyum legaaa.
“Ialah, dan smoga hatii aku gak kayak hatii kamuu” ungkapp Nailaa seraya melirik  ngeledek kesahabtnya ituu
            “ maksud kamuu?memang hatii aku knapaa?” jwabb Shilaa herann
            “iah, aku heran sama kamu, itu hatii atau terminall banyakk bangett yg mampirr. Hhaaa” godanyaa seraya tertwa puas padaa Shilaa
            “yeee, justru krena banyak yg mampirr qta hrus selektif memilih satu yg akan diantar Mobil Origami mnju hatiii qtaaa” :D
            “iah, bener kata kamu mungkin kak Herta memang adlh cinta yg belum tepat buat akuu” katanya seraya terseyum.
            “cinta itu memang buta Naii, tpi jodohh itu punya jalannn dan krena itu suatu saat nantii Dia yg akan dtang mnghampiri kamu” J
Nailaa beranjak darii duduknya, dilangkah kakinya mendekat ketepii danau yg dri tdi mnjadi alam pendengar pembicaraan mreka, diLabuhkannya sebuah perahu Origamii keDanau trsebutt. Ditatapnya dalam-dalam, sejenak ia memejamkn mata, menghelaa nafas panjangg, dan tersenyum lepas seraya berbalik kearah Shila yg msih betah duduk ditempat tdii.
            “Shil, smua kenangann tentangg kak Hertaa sdahh pergii brsamaa perahu Origamii tdi, entahlah kenangan itu akn brlabuh dmanaa” J
Shilaa hanya memblas klimatt shabtnnya itu dengan senyumm,harii sudah mulaii gelapp, tepatt diatas sanaa, digunung yg mnjadi pmbtas pndangan mreka, Nampak kabutt sore kota kembang telah mnyapaa. Mreka pun beranjakk drii tempatt itu, kembali kerumah dan memulaii crita baru, krena mreka tau bahwa hari essok msih menantii senyumm mrekaa. J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar