Teruntuk Kau yang mungkin masih berusaha untuk tinggal, pergilah jika
kau mau ! meski sebenarnya Aku berharap Kau bersedia bertahan lebih lama dari
selamanya.
Kapan terakhir kali Kau merasa sendiri ditengah hiruk pikuk?, merasa
sedih ditengah panggung canda, merasa dingin ditengah gurun pasir? Aku, sedang.
Aku merindukan mu, tapi tak mampu untuk mengatakan nya, kenapa? Iyya,
karena Aku merasa bukan siapa-siapa untuk mengatakan “Aku merindukan mu, tolong
jangan pergi”
Ingin ku sederhana, Aku hanya ingin berdua. dengan mu.
Aku.. ah, batinku lelah Saling menyebut hanya dalam hati, saling
merindu dalam lamunan, bertemu sebatas mimpi. Aku ingin duduk berdua dengan mu.
Aku benci sendiri, Aku benci duduk diam tanpa melakukan apa-apa, Aku
benci hujan, karena entah kenapa itu semua seakan pintu untuk kenangan leluasa mengomang-ambing
perasaan ku. Terasa sesak, rongga dadaku seolah tak bercelah, tidak ada pertukaran
udara disana, Aku disesak-an rindu.
Melupakanmu? Berkali-kali kucoba, jika itu mudah tentu saja Aku tidak
akan se-menderita ini. Andai saja Kau tidak begitu memesona, melupakanmu
mungkin tidak akan se-sulit itu.
Tapi, pergilah!! Jangan sekali-kali mencoba membantu ku berdiri saat
kau melihatku terseok-seok berusaha melupakanmu, Aku tidak akan memintamu untuk
tinggal. Karena jika memang kau menyukaiku Kau akan tetap tinggal tanpa
kuminta.
Biarkan Aku menyelesaikan perasaan rumit ini sendirian, karena percuma
saja kau tetap tinggal namun tak berani memintaku untuk kau miliki. Semuanya
hanya sia-sia, semuanya hanya akan menjadi drama tak berujung yg menyedihkan.
Pergilah temukan bahagiamu, dan kelak akan kutemukan juga bahagiku, bahagia
yg mungkin tidak akan kita temukan bila bersama.
dan kumohon… jangan menyesal bila nanti disaat kau meninggalkan ku, Aku
bertemu hati lain yg juga baru ditinggalkan, jangan salahkan bila kami akhirnya
saling menyembuhkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar