Minggu, 02 Juni 2013

about love??


“love is not competition” #kataHati

Bagi kalian yg pernah baca novel karya @benz_bara terbitan @bukune ini pasti tidak asing dengan kalimat yg diucapkan Fila untuk Dera ini.

Iya. Cinta itu bukan kompetisi. Seperti yang pernah saya bilang sebelumnya. “cinta itu bukan soal menang atau kalah, tapi tentang nyata atau semu”

Berdua Menyukaii orang yang sama. Adalah hal yang  tentu hanya akan menyuguhkan perih, dan tetap stay dengan perasaan itu adalah keputusan yg tidak biasa-biasa saja. Menyadari Dia jauh lebih menarik dari kita dan tetap bertahan pun adalah hal yg tidak bisa disepelekan. Dan dengan tdak memiliki pikiran seperti Rizky di novel (Seandainya) “aku kalah bahkan sebelum aku mengangkat senjata”.

Karena bukankah cinta terkadang mempunyai pilihan yang menurut “mereka” tidak sewajarnya. Bukankah cinta slalu memilih sesuatu yg terbaik bagi hatinya tanpa mempedulikan komentar hambar pihak manapun.

Karena tentunya hati tak pernah menyediakn 2 ruang untuk ditempati oleh 2 orang atau lebih.

Dan tentang cerita yg begitu menyedihkan dalam sebuah kisah asmara. Tentang cinta yg tak kunjung terucap. Menurutmu  Kurang menyakitkan apa jika dua orang yg sudah tau saling mencintai tapi tak kunjung menjadi “satu” hanya karena gengsi atau kekhawatiran. Tentang perasaan yg hanya bisa saling menggantung dihati masing-masing tanpa mencoba untuk membuat cerita yang mungkin  akan “sedikit” berbeda. Seperti yg dikatakan Riani di novel karya @donny_Dirgantoro “gak enaknya jadi cewek itu, gak bisa bilang Cuma bisa nunggu” karena permasalahan gender itu jadilah kita terkadang merasa digantung.

Tapi apa kamu pernah berpikir tentang kalimat Felin di @radio_galau? “entah lebih sakit mana, digantungin terus sama kamu, atau kehilangan kamu” bingungkn? Terkadang memang begitu perih jika perasaan itu hanya menggantung, tapi apa kamu tau? Aku berani bertaruh jika dia memilih pergi meninggalkanmu itu akan jauh lebih perih dari apa yg selama ini kamu bayangkan. Kemungkinan untuk akan bersama, kesempatan yg setidaknya bisa bertemu dengannya tanpa harus memilikinya pun tidak akan pernah terjadi lagi. Bukankh itu menyedihkan.

Tidakkah lebih baik membuat perasaan itu tetap menggantung, membiarkan kita mencintainya seperti yg dikatakan AL di film @Rectoverso “aku mencintai seseorang yg bisa kugapai sebatas punggung nya saja”
Bukankah dengan memberanikan diri untuk lebih dulu berbicara akan hanya memunculkan kemungkinan yang lebih buruk. tdakkh kamu punya ketakutan yg sama dengan Fila di #katahati “Bagaimana kalau ternyata selama ini, aku memang Cuma jatuh cinta sendirian” . Tetap berprinsip ditengah iming-iming cinta yg indah akan lebih baik dibanding harus bertindak konyol. Karena sesungguhnya seperti kata Satira di novel “kepingan cinta lalu”milik @helga_rif “aku takut pada cinta yang seperti pelangi, indah terlihat tapi nyatanya hanya ilusi”

Dan bagaimana jika memang cinta itu hanya ilusi. Seperti kata @indra_widjaya di novel keroyokan “cerita hati” nya. Bagaimana jika Dia, cinta yg kau sebut itu.  Ibaratnya hanya gigi susu. “memang melekat erat, tapi… hanya sementara. Dan “Tentu saja ketika gigi susu itu terlepas , rasanya ngilu, pahit, dan sakit, tapi itu semua bagian dari proses. Pada akhirnya kita semua pasti akan menemukan yang permanent suatu saat nanti.

Menemukan dia yg bisa menjawab pertanyaan sederhanamu. Pertanyaan yg sama pada Novel cinta tanpa jeda. “adakah cinta tanpa jeda itu untukku?”

Sebuah pertanyaan, yg akan dijawab oleh orang yg tepat. Mungkin saja justru bukan Dia yg sudah membuatmu merasakn hal yg pernah dirasakan “Filla, Felin, Al, Risky, Riani, atau bahkan Satira.”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar