“love is not competition” #kataHati
Bagi kalian yg pernah baca novel karya
@benz_bara terbitan @bukune ini pasti tidak asing dengan kalimat yg diucapkan
Fila untuk Dera ini.
Iya. Cinta itu bukan kompetisi. Seperti
yang pernah saya bilang sebelumnya. “cinta itu bukan soal menang atau kalah,
tapi tentang nyata atau semu”
Berdua Menyukaii orang yang sama. Adalah
hal yang tentu hanya akan menyuguhkan
perih, dan tetap stay dengan perasaan itu adalah keputusan yg tidak biasa-biasa
saja. Menyadari Dia jauh lebih menarik dari kita dan tetap bertahan pun adalah
hal yg tidak bisa disepelekan. Dan dengan tdak memiliki pikiran seperti Rizky
di novel (Seandainya) “aku kalah bahkan sebelum aku mengangkat senjata”.
Karena
bukankah cinta terkadang mempunyai pilihan yang menurut “mereka” tidak
sewajarnya. Bukankah cinta slalu memilih sesuatu yg terbaik bagi hatinya tanpa
mempedulikan komentar hambar pihak manapun.
Karena tentunya hati tak pernah
menyediakn 2 ruang untuk ditempati oleh 2 orang atau lebih.
Dan tentang cerita yg begitu menyedihkan
dalam sebuah kisah asmara. Tentang cinta yg tak kunjung terucap. Menurutmu Kurang menyakitkan apa jika dua orang yg sudah
tau saling mencintai tapi tak kunjung menjadi “satu” hanya karena gengsi atau
kekhawatiran. Tentang perasaan yg hanya bisa saling menggantung dihati
masing-masing tanpa mencoba untuk membuat cerita yang mungkin akan “sedikit” berbeda. Seperti yg dikatakan
Riani di novel karya @donny_Dirgantoro “gak enaknya jadi cewek itu, gak bisa
bilang Cuma bisa nunggu” karena permasalahan gender itu jadilah kita terkadang
merasa digantung.
Tapi apa kamu pernah berpikir tentang
kalimat Felin di @radio_galau? “entah lebih sakit mana, digantungin terus sama
kamu, atau kehilangan kamu” bingungkn? Terkadang memang begitu perih jika
perasaan itu hanya menggantung, tapi apa kamu tau? Aku berani bertaruh jika dia
memilih pergi meninggalkanmu itu akan jauh lebih perih dari apa yg selama ini kamu
bayangkan. Kemungkinan untuk akan bersama, kesempatan yg setidaknya bisa
bertemu dengannya tanpa harus memilikinya pun tidak akan pernah terjadi lagi.
Bukankh itu menyedihkan.
Tidakkah lebih baik membuat perasaan itu
tetap menggantung, membiarkan kita mencintainya seperti yg dikatakan AL di film
@Rectoverso “aku mencintai seseorang yg bisa kugapai sebatas punggung nya saja”
Bukankah dengan memberanikan diri untuk
lebih dulu berbicara akan hanya memunculkan kemungkinan yang lebih buruk. tdakkh
kamu punya ketakutan yg sama dengan Fila di #katahati “Bagaimana kalau ternyata
selama ini, aku memang Cuma jatuh cinta sendirian” . Tetap berprinsip ditengah
iming-iming cinta yg indah akan lebih baik dibanding harus bertindak konyol.
Karena sesungguhnya seperti kata Satira di novel “kepingan cinta lalu”milik
@helga_rif “aku takut pada cinta yang seperti pelangi, indah terlihat tapi
nyatanya hanya ilusi”
Dan bagaimana jika memang cinta itu hanya
ilusi. Seperti kata @indra_widjaya di novel keroyokan “cerita hati” nya.
Bagaimana jika Dia, cinta yg kau sebut itu.
Ibaratnya hanya gigi susu. “memang melekat erat, tapi… hanya sementara. Dan
“Tentu saja ketika gigi susu itu terlepas , rasanya ngilu, pahit, dan sakit,
tapi itu semua bagian dari proses. Pada akhirnya kita semua pasti akan
menemukan yang permanent suatu saat nanti.
Menemukan dia yg bisa menjawab pertanyaan
sederhanamu. Pertanyaan yg sama pada Novel cinta tanpa jeda. “adakah cinta
tanpa jeda itu untukku?”
Sebuah pertanyaan, yg akan dijawab oleh
orang yg tepat. Mungkin saja justru bukan Dia yg sudah membuatmu merasakn hal
yg pernah dirasakan “Filla, Felin, Al, Risky, Riani, atau bahkan Satira.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar