Meski Sudah kukatakan akan membantumu untuk melupakanku, tpi entah
kenapa sakit rasanya jika hrus membayangkan kita tdak akan pernah seperti dulu
lagi.
Entah kenapa rindu berceloteh denganmu seakan selalu membayangi
pikiranku. Seharusnya aku tau, aku tidak akan pernah bisa untuk benar-benar
beranjak dri hatimu. Aku tidak mengerti bagaimana mungkin sesulit itu untuk
belajar melupakanmu.
Keputusanmu untuk melupakanmu, ternyata begitu menyiksaku. Aku seakan
tdak tau lagi bgaimana caranya tersenyum lepas saat tak ada lagi kamu diList
jejaring social yg selama ini membuat kita begitu dekat. Socmed yg menjadi
penghubungku untuk sekedar berbasa-basi denganmu, yg sebenarnya lebih kepada
aku merasa bisa merasakan keberadaanmu dengan blasan dri klimat basa-basiku
itu.
Aku selalu bilang, bahwa aku bisa melupakanmu, tapi nyatanya aku tdak
bisa untuk itu. mungkin jika senyummu tdak begitu mmpesonaku bisa jadi smuanya
tdak akan sesulit ini. Jika saja aku tdak begitu menyukaimu, semuanya akan
menjadi lebih mudah.
Kenapa semuanya harus berakhir seperti ini. Kemana keakraban kita yg
dulu, humorisnya kamu, jahilnya kamu, konyolnya kamu, mnyebalkannya kamu. Jujur
aku sangat merindukan itu.
Aku ingin kamu yg dulu, kamu yg selalu ceria utukku, kamu yg selalu
ada waktu untukku, kamu yg tdak pernah mengacuhkan ku seperti sekrang. Aku ingin
kamu kembali, aku ingin kita seperti dulu lagi, hanya itu.
Cukup. Aku tdak akan memperlihatkanmu lagi betapa menyedihkannya aku saat kau memilih untuk melupakanku. Aku tidak
akan mengusikmu lagi dengan twit-twit, status pesbuk atau PM BBM galauu yg aku
tau kau mngerti itu kutujukan untukmu.
Semuanya akan kuakhiri. Jika nanti kau kembali membaca tulisan tentang
perasaanku dari jejaring sosialku. Percayalah itu bukan untukmu apalgi
tentangmu lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar