Rabu, 09 Januari 2013

kamu yg dulu


Meski Sudah kukatakan akan membantumu untuk melupakanku, tpi entah kenapa sakit rasanya jika hrus membayangkan kita tdak akan pernah seperti dulu lagi.

Entah kenapa rindu berceloteh denganmu seakan selalu membayangi pikiranku. Seharusnya aku tau, aku tidak akan pernah bisa untuk benar-benar beranjak dri hatimu. Aku tidak mengerti bagaimana mungkin sesulit itu untuk belajar melupakanmu.

Keputusanmu untuk melupakanmu, ternyata begitu menyiksaku. Aku seakan tdak tau lagi bgaimana caranya tersenyum lepas saat tak ada lagi kamu diList jejaring social yg selama ini membuat kita begitu dekat. Socmed yg menjadi penghubungku untuk sekedar berbasa-basi denganmu, yg sebenarnya lebih kepada aku merasa bisa merasakan keberadaanmu dengan blasan dri klimat basa-basiku itu.

Aku selalu bilang, bahwa aku bisa melupakanmu, tapi nyatanya aku tdak bisa untuk itu. mungkin jika senyummu tdak begitu mmpesonaku bisa jadi smuanya tdak akan sesulit ini. Jika saja aku tdak begitu menyukaimu, semuanya akan menjadi lebih mudah.

Kenapa semuanya harus berakhir seperti ini. Kemana keakraban kita yg dulu, humorisnya kamu, jahilnya kamu, konyolnya kamu, mnyebalkannya kamu. Jujur aku sangat merindukan itu.
Aku ingin kamu yg dulu, kamu yg selalu ceria utukku, kamu yg selalu ada waktu untukku, kamu yg tdak pernah mengacuhkan ku seperti sekrang. Aku ingin kamu kembali, aku ingin kita seperti dulu lagi, hanya itu.

Cukup. Aku tdak akan memperlihatkanmu lagi betapa menyedihkannya  aku saat kau memilih untuk melupakanku. Aku tidak akan mengusikmu lagi dengan twit-twit, status pesbuk atau PM BBM galauu yg aku tau kau mngerti itu kutujukan untukmu.

Semuanya akan kuakhiri. Jika nanti kau kembali membaca tulisan tentang perasaanku dari jejaring sosialku. Percayalah itu bukan untukmu apalgi tentangmu lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar